Blog Entry"jauh dilubuk hatiku...."Apr 12, '07 11:39 PM
for everyone
"jauh dilubuk hatiku... masih terukir namamu... jauh dilubuk hatiku... engkau... masih kekasihku..."

Itu potongan lagu Naff yang belakangan sering terdengar.... Terus terang kalo istilah jawanya... saya tidak 'dong' dengan maknanya.... :)
Soalnya sejauh yang saya pahami.... tidak mungkin seseorang bisa menjalani suatu pernikahan dengan perasan seperti kutipan lagu tadi... Ternyata belakangan saya ditemukan dalam suatu kenyataan bahwa hal seperti tadi memang ada dan terjadi dalam kehidupan yang nyata... Bahkan mungkin sudah menjadi suatu hal yang di'halal'kan oleh sebagian orang...

Kenyataannya didalam beberapa pernikahan.... ada yang sanggup untuk menyimpan 'nama lain' lengkap dengan perasaan dan kenangan yang mendalam untuk seseorang yang bukan pasangan hidup yang dipilihkan Allah untuk dirinya.
... Masya Allah. Sungguh semua diluar nalar untuk menganalisanya.... Ingatan tentang kejadian yang sudah lalu..pastilah masih ada... semua manusia diberikan kemampuan untuk menyimpan data didalam otaknya, tapi sampai mengukir nama seseorang dan menganggapnya sebagai seorang kekasih yang selalu berada didalam hati.... benar-benar tak sanggup untuk memikirkannya apalagi melakukannya... Naudzubillah.

Tapi harus diakui bahwa perasaan seseorang adalah hak mutlak orang itu sendiri... Seperti apapun kita berusaha mengubah perasaan seseorang... tidak akan pernah bisa kita mengubahnya selama orang itu tidak menginginkannya... what a feeling.... :)
Ternyata memang perasaan seseorang terkadang tidak dapat dimengerti oleh orang lain... dan saya memilih untuk mengembalikan ketidaksanggupan untuk mencerna potongan lagu Naff diatas kepadaNya... karena Allah Maha Pemilik... semua perasan manusia adalah milikNya... Allah lah yang lebih tahu dari umatNya... mana perasaan yang diizinkan untuk tetap disimpan dan mana yang tidak... Termasuk apabila sebenarnya Allah tidak mengizinkan untuk menyimpan suatu perasaan yang tidak halal juga tidak mendapat ridlaNya untuk tetap berada didalam hati umatNya... tapi terkadang umatNya begitu yakin bahwa perasaan yang jelas tidak halal itu adalah anugrahNya dan diizinkanNya untuk disimpan... Padahal sesuatu yang tidak halal...tidak akan pernah mendapat izin Allah untuk dilakukan oleh umatNya.... Cepat atau lambat maka Allah akan menghilangkan perasaan itu, walaupun sang pemilik perasaan ingin selalu menyimpannya.... sehingga tanpa disadari umatNya... maka perasaan yang tidak halal dan tidak diridlaiNya itu akan pergi dan hilang dengan sendirinya... tanpa menyakiti dirinya ataupun dia menyadari bahwa perasaan itu telah hilang..... Wallahualam. (Nn)


6 Comments
masimet wrote on Apr 13, '07, edited on Apr 13, '07
Keputusan utk menikah semestinya dibarengi dengan keputusan utk men-delete semua "file lama". Walau bagaimanapun file yg telah di-delete bukan hilang mutlak dari harddisk tapi masih di-archieve di "recycle bin". Bila ternyata dikemudian hari kita "merasa" file tersebut masih diperlukan, maka tinggal klik aja pilihan "restore".

Sebenarnya bisa aja "file lama" bener-bener dihilangkan dg cara "format" harddisk. Tapi, hati manusia tdk bisa di-format dg serta merta sbgmn harddisk. So, menjadi pilihan kita pengin "restore" atau biarkan aja ketumpuk-tumpuk oleh data lain...

Salam kenal,
Mas Imet :: elkis-riyadi.blogspot.com
tarimusyafa wrote on Apr 13, '07
Hati seseorang tidak mungkin di'format'... File lama yang masih tersimpan di 'hard disk' kita sebaiknya di 'upload' untuk hal-hal yang benar2 perlu dan mendesak... Jangan sampai di 'upload' untuk menghalalkan kita untuk ber-TTM (Teman Tapi Mesra) didalam suatu pernikahan....
Salam kenal juga,.... :)
masimet wrote on Apr 17, '07, edited on Apr 17, '07
hehe... TTM?? jadi ingat ratu & aa gym. mgk yg perlu diambil adalah 'ibroh' nya aja, 'file asli' nya ga usah deh, bisa bikin masalah.
btw, di jogja tinggal dimana bu? kami di godean, deket soto pak slamet.
kalo longgar mampir dong ke blog kami...
tarimusyafa wrote on Apr 18, '07
Iya memang file lama ditutup aja... masalahnya akan lebih complicated kalo di upload terus...
Sudah mampir ke blognya... what a happy family....with 2 lovely kids and pretty wife...
musyafa wrote on Apr 18, '07
Pandangan hidup seseorang merupakan cerminan tata nilai yang diyakininya. Kalau (misalnya) islam menjadi tata nilai yang diyakini benar, orang itu pasti akan berusaha sekuat tenaga menghindari TTM atau tindakan yang bisa mendekatkan pada TTM. Penganut faham pragmatis dan hedonis selalu punya banyak alasan untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dirinya (termasuk TTM) walaupun hal itu melanggar tata nilai agama atau etika.
tarimusyafa wrote on May 3, '07
Setuju banget sayangku..... :)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help