Ini dia tulisan Ibunya Miyuki,... Kalau sudah baca bukunya Miyuki bener-bener gak lengkap kalo gak baca ini. Saya malah baca ini dulu baru baca bukunya Miyuki, soalnya yang ada tulisan 'best seller' disampulnya malah buku ini daripada buku Miyuki. Pasti karena pembaca buku kebanyakan para orangtua ya... Membaca buku Michiyo seperti menghadirkan suasana mereka langsung kehadapan saya. Tulisannya begitu transparan untuk menggambarkan suasana hatinya. Masa lalu seseorang ternyata sangat berpengaruh dalam pola pengasuhan seorang Ibu. Michiyo tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu, makanya sulit untuk dia bersikap sehari-hari untuk menjadi Ibu yang penuh kasih bagi Miyuki kecuali saat dia masih bayi. Ditambah 'suami'nya yang meninggal sebelum Miyuki lahir semakin membuat dia harus mengambil peran sebagai seorang Bapak juga untuk Miyuki. Jadilah dia seperti 'setan' (mengambil istilah yang dibilang Miyuki) dalam mendidik anaknya, dia sangat keras dan disiplin tinggi. Pada akhirnya Michiyo dapat melepaskan bebannya selama ini dengan mencurahkan isi hatinya ke anaknya. Sehingga Miyuki mencair hatinya dan dapat semakin mengerti isi hati Michiyo. Kedua buku ini benar-benar satu kesatuan isi hati seorang ibu dan anak. Tidak lengkap membaca buku Michiyo tanpa membaca buku Miyuki, begitu juga sebaliknya. Jalan pikiran orangtua dan anak kadang tidak sama, tapi yakinlah bahwa setiap orangtua yang memiliki hati dan perasaan pasti selalu menyayangi anaknya dengan caranya masing-masing. Michiyo berhasil mendidik Miyuki menjadi seorang anak buta yang mandiri dan berprestasi walaupun dia 'miskin' akan kasih sayang didalam hidupnya. (Nn)
Ada Mbak di Gramedia,... kalo belinya mau dapat diskon banyak di Social Agency aja Mbak,... kalo dari rumah Mbak ada yg diseberangnya Museum Affandi,.. =)